Tampilkan postingan dengan label Sejarah Milan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Milan. Tampilkan semua postingan

Senin, 04 Mei 2015

Bulan Depan, AC Milan Pindah Tangan



Negosiasi penjualan klub AC Milan oleh Silvio Berlusconi kepada pengusaha Thailand, Bee Taechaubol, sepertinya mulai mencapai titik terang. Bulan depan, Milan bakal berpindah tangan alias punya pemilik baru.

Bee mengklaim bahwa proses transaksi penjualan Milan akan rampung paling lambat dalam empat pekan ke depan.

Mr Bee berada di Italia sepanjang akhir pekan lalu untuk melanjutkan negosiasi. Saat ini, ia sudah kembali ke Thailand untuk merayakan hari ulang tahun putranya.

"Negosiasi dengan Milan seharusnya rampung dalam tiga atau empat pekan," ujar Bee, seperti dikutip dari Football Italia.

"Kami membahas soal masalah legal dengan pengacara-pengacara kami. Begitu kesepakatan tercapai, kami akan mulai mengorganisir kembali tim untuk meraih kemenangan. Saya belum bisa memberikan detailnya, karena yang pertama kami harus mencapai kesepakatan. Kami sedang tahap negosiasi," ia menambahkan.

Pada Minggu (3/5/15), muncul rumor bahwa Berlusconi mengadakan pertemuan dengan pengusaha asal Tiongkok, Richard Lee.

Meski demikian, sang presiden secara resmi mengatakan bahwa tidak ada negosiasi dengan pengusaha asal Tiongkok.


- See more at: http://bola.inilah.com/read/detail/2201265/bulan-depan-ac-milan-pindah-tangan#sthash.QtsUpfId.dpuf

Kamis, 16 April 2015

10 Pemain Terbaik AC Milan Sepanjang Masa



Ketika saya masih mengenakan baju putih dan celana pendek berwarna merah, kurang lebih sembilan tahun lalu, hanya ada beberapa klub yang saya tahu. Selain klub kesayangan saya, AC Milan merupakan tim lain yang saya kenal. Alasannya adalah karena tim saya dihentikan langkahnya di UEFA Champions League oleh tim merah-hitam ini. Semenjak itu, saya mendukung semua lawan Milan. Sampai-sampai sayapun akhirnya mendukung Liverpool pada partai final. Maklum, namanya juga anak kecil.
However, semenjak itu pula saya mengetahui bahwa AC Milan diisi oleh berbagai pemain hebat. Mulai dari kuartet bek Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Jaap Stam, dan Cafu, lalu berlanjut ke Gennaro Gatusso, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, dan Kaka sebagai penghuni posisi berlian. Di lini depan mereka memiliki Hernan Crespo dan Andriy Shevchenko plus Jon Dahl Tommason yang ketika itu dianggap sebagai bomber pemain pengganti.
Memang pemain I Rossoneri bukan hanya mereka saja. Semenjak berdiri di tahun 1899, entah sudah berapa pemain yang pernah berseragam merah-hitam khas mereka. Ini berarti tentu ada begitu banyak pemain hebat lain dari eranya masing-masing. Namun tentu saja seperti biasa, saya hanya boleh memilih 10 nama.
1. Gunnar Nordahl
"Well he can double that number, and then add another 26, then, and just then, he has passed Il Canoniere,” adalah sebuah kalimat yang dilontarkan seorang Milanisti ketika Andriy Shevchenko mencetak gol ke-100 nya di Serie A. Lalu siapa pemain yang mendapatkan julukan Il Canoniere tersebut?
Ya, pemai tersebut adalah Gunnar Nordhal, pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi Il Diavolo dengan 226 gol dari 257 pertandingan. Kalau anda pernah membaca artikel saya yang berjudul “10 Pemain Terbaik Serie A Sepanjang Masa”, maka anda akan temukan namanya tertera disana. Bagaimana tidak? Ia adalah satu-satunya pemain asing yang mampu mencetak lebih dari 200 gol di divisi teratas sepakbola Italia tersebut.
Saya memang tidak akan mengada-ada dengan mengatakan pergerakannya cepat, sentuhannya lembut, gerakannya cepat, dan bla bla bla. Saya bahkan sulit untuk mendeskripsikan kemampuannya jika menyaksikan dari youtube. Namun yang jelas akan cukup aneh jika peraih lima capocannoniere dalam tempo enam musim ini tidak masuk ke dalam daftar ini
2. Gianni Rivera
Bersama dengan Giovanni Trapattoni, Gianni Rivera adalah tonggak awal kejayaan AC Milan di Eropa. Atau mungkin lebih tepatnya, ia adalah awal dimana I Rossoneri dikenal sebagai salah satu kekuatan besar di benua biru. Terlebih lagi ia menghabiskan 19 tahun berseragam merah-hitam. Sebuah masa bakti yang luar biasa ketika masa itu.
Pengabdiannya tersebut tentu berbuah manis. Ia adalah penghuni peringkat keempat dalam daftar pemain dengan caps terbanyak AC Milan. Bisa mendapatkan kesempatan bermain sebanyak itu pasti berarti ia memiliki skill yang tidak biasa. Bahkan ketika masa jayanya, ia dijuluki sebagai The Golden Boy.
Bersama AC Milan, ia menyumbang tiga gelar Serie A, lima gelar Coppa Italia, dan dua gelar UEFA Champions League. Pemain yang mendapatkan Ballon d’Or pada tahun 1969 ini juga merupakan bagian dari tim nasional Italia ketika pertama kali menjuarai EURO.
3. Franco Baresi
Melihat Franco Baresi bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno dua tahun silam bersama AC Milan Glorie, rasanya ada yang “aneh” dari permainannya. Meski ketika itu ia sudah berumur 51 tahun, namun tetap saja para pemain depan kita seperti Ricky Yakobi dan Rochy Putiray terlihat sangat kesuliatn untuk melewati penjagaannya. Saya pun berpikir apa jadinya jika ketika itu Baresi masih dalam masa jayanya.
Enam gelar Serie A, empat gelar Coppa Italia, tiga gelar UEFA Champions League, dan dua gelar Serie B membuktikan betapa besar perannya dalam membangun kejayaan AC Milan baik dalam keadaan susah ataupun senang. Kesetiannya tersebut terbayar dengan 719 kali kesempatan bermain. Dalam jangka 20 tahun bermain bagi I Rossoneri, ia menghabiskan 15 tahun mengenakan ban kapten.
Kemampuan, karisma, jiwa kepemimpinan, dan pengaruhnya di AC Milan mungkin dapat tergambarkan apabila anda mengetahui bahwa tim sekota Internazionale Milan ini “mempensiunkan” baju bernomor punggung enam, yang dimana adalah nomor punggung Baresi.
4. Marco Van Basten
Saya belum lahir ketika AC Milan dibawah arahan Arrigo Sacchi menguasai Eropa dengan pasukan trio Belanda. Tetapi dengan banyak membaca, saya tahun bahwa Marco Van Basten adalah salah satu kunci kekuatan Milan ketika itu. Bukan hanya itu saja, banyak penjelasan-penjelasan yang menegaskan bahwa Van Basten adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada di dunia.
Berhubung saya tidak pernah menyaksikannya bermain, maka saya lebih sering mendengar tentang karirnya yang singkat akibat cedera. Namun demikian, saya juga tahu bahwa pemain yang mencetak 124 gol bagi AC Milan ini telah memberikan tiga gelar Serie A dan dua gelar UEFA Champions League.
Yang lebih menghebatkankan lagi, dalam tujuh tahun karirnya berseragam AC Milan, ia meraih begitu banyak gelar pribadi. Mulai dari dua kali Capocannoniere, satu kali FIFA World Player of the Year, hingga tiga kali Ballon d’Or.
5. Ruud Gullit
Sebagai bagian dari trio Belanda yang dibangun oleh Arrigo Sacchi dengan kekuatang uang Silvio Berlusconi, rasanya sangat sulit bagi saya untuk tidak memasukkan Ruud Gullit kedalam daftar ini. Datang bersama dengan Marco Van Basten di tahun 1987, ia langsung menjadi pemain inti yang tak dapat tergantikan.
Jauh sebelum rambut berantakan Carles Puyol dijadikan bahan bercandaan, rambut Gullit sudah terlebih dahulu menjadi “tren” anak muda. Sejalan dengan itu, kemampuannya di lapangan berbicara jauh lebih banyak. Ia adalah pemain serba bisa dan memiliki insting mencetak gol yang cukup tinggi. Ini terlihat dari total 56 gol yang ia cetak selama 171 kali membela AC Milan.
Sama hal nya dengan Van Basten, ia juga menyumbangkan tiga gelar Serie A dan dua gelar UEFA Champions League. Jangan lupa juga kalau sebelum rekan senegaranya tersebut meraih Ballon d’Or dua kali berturut-turut, Gullit lah yang meraih penghargaan tersebut.
6. Andriy Shevchenko
Tidak sulit untuk memutuskan apakah Andriy Shevchenko akan masuk ke dalam daftar ini atau tidak. Bahkan sebenarnya, saya sama sekali tidak mempertimbangkan hal tersebut. Bagaimana tidak? Ia adalah pencetak gol terbanyak kedua dengan 175 gol sepanjang sejarah AC Milan berdiri.
Datang pada tahun 1999 dengan mahar sebesar 25 juta EURO, ia langsung menjadi idola public San Siro dengan gol demi gol yang ia ciptakan. Dari semua gol tersebut, jelas gol nya ke gawang Juventus pada final UEFA Champions League di tahun 2003 adalah yang paling istimewa.
Satu-satunya kesalahan dalam karirnya adalah menerima pinangan Roman Abramovich untuk pindah ke Chelsea. Seandainya ia tidak pindah, barangkali ia akan memenangkan lebih banyak gelar dan sangat mungkin memecahkan rekor gol Gunnar Nordahl. Meski demikian, tetap saja namanya akan selalu identik sebagai pencetak gol tajam dari AC Milan.
7. Kaka
Sangat sulit bagi saya yang tim nya menjadi korban bully-an Ricardo Kaka di babak semifinal UEFA Champions League 2007 untuk tidak memasukkan namanya ke dalam daftar ini. Apalagi, saya juga tahu bahwa keputusannnya hijrah ke Real Madrid lebih didasari sebagai kecintaannya bagi AC Milan. Ia pergi agar I Rossoneri terhindar dari kebangkrutan.
Pemain yang didatangkan dari Sao Paolo dengan harga “hanya” 8.5 juta EURO ini memang dari awal sudah memperlihatkan prospek yang cerah. Perlahan tapi pasti, ia menggeser posisi Rui Costa sebagai attacking midfielder AC Milan.
Berbagai penghargaan pribadi pun pernah didapatkan oleh pemain yang dapat dikatakan “sendirian” membawa AC Milan menjuarai UCL tahun 2007 ini. Tiga kali Serie A Foreign Footballer of the Year, tiga kali Serie A Footballer of the Year, dan satu Ballon d’Or menjadi bukti sahih betapa hebatnya Kaka ketika masih membela panji-panji I Diavolo.
8. Alessandro Costacurta
Bagi mereka yang bukan penggemar AC Milan atau Serie A, nama Alessandro Costacurta memang tidak akan pernah sementereng Paolo Maldini, Franco Baresi, atau Mauro Tassotti. Namun demikian, tidak berarti pemain ini adalah pemain yang biasa-biasanya saja. Karena seandainya dirinya adalah pemain biasa, maka hampir tidak mungkin jumlah caps nya bersama I Rossoneri hanya kalah dari Franco Baresi dan Paolo Maldini.
Hanya mencetak tiga gol sepanjang karirnya bersama AC Milan tidak membuat dirinya lantas dibenci oleh public San Siro. Justru dirinya dicintai oleh karena permainan lugasnya menjaga pertahanan Il Diavolo. Menjadi bagian dalam sejarah emas Milan, ia turut menyumbang tujuh Serie A dan lima UEFA Champions League.
9. Zvonimir Boban
Cukup sulit bagi saya untuk memilih antar Zvonimir Boban, Andrea Pirlo, Alessandro Nesta, atau George Weah. Namun pada akhirnya, saya lebih memilih Boban untuk mengisi daftar ini. Mengapa demikian? Karena baik Pirlo, Nesta, ataupun Weah tidak memiliki kumis dan jenggot sekeren Boban. Titik.
Well anyway, Boban bisa dibilang merupakan salah satu attacking midfielder terbaik dunia ketika masa jayanya. Ia mengontrol lini penyerangan AC Milan dengan begitu luar biasa. Kecepatan maupun visinya dalam memberikan operan patut mendapatkan apresiasi. Bersama I Rossoneri, ia berhasil menjuarai empat kali Serie A dan satu UEFA Champions League.
Hanya ada dua hal yang mengecewakan dalam karir Boban di Milan. Pertama, ia harus pergi setelah tergeser oleh Rui Costa sehingga akhirnya sedikit terlupakan oleh Milanisti sampai sekarang. Kedua, ia belum sempat menolong Milanisti yang sedang terlibat perkelahian dengan polisi di Milan.
10. Paolo Maldini
Saya masih belum mau kehilangan posisi sebagai penulis di Bolatotal dengan tidak memasukkan nama Paolo Maldini ke daftar ini. Lagipula mungkin saya sudah gila jika tidak memasukkan sang kapten yang saat ini memegang rekor jumlah penampilan terbanyak bagi AC Milan. Ya semoga saja nanti anaknya bisa meneruskan nomor punggung tiga yang masih memasuki masa “istirahat”.

[sumber ; bolatotal | kontributor : Evans Edgar Simon, Jumat, 12/07/2013 10:14]

Jérémy Ménez Penerus Tradisi Penggedor Jala Lawan

Jérémy Ménez


Jika kemarin sempat ada berita mengenai kerinduan Ac Milan terhadap pemain sekaliber Van Basten, Shevchenko, dan Kaka' sebagai penggedor jala lawan Milan mungkin sesuatu yang lumrah, mengingat kontribusi ketiga pemain tersebut bagi kejayaan Ac Milan dimasa lampau. para fans mempunyai hak untuk mengklaim keadaan itu. 

Sepanjang sejarah Ac Milan mempunyai beberapa striker haus gol diantaranya adalah : 
  1. Gunnar Nordahl yang Mencetak 221 gol dari 268 penampilan [ 1949 - 1956 ] 
  2. Andriy Sevchenko yang Mencetak 175 gol dari 322 penampilan [ 1999 - 2006,2008 - 2009 ]
  3. Gianni Rivera yang Mencetak 164 gol dari 658 penampilan [ 1960 - 1979 ]
  4. Kose Altafini Mencetak 161 gol dari 246 penampilan [ 1958 - 1965 ] 
  5. Aldo Boffi Mencetak 131 gol dari 187 gol [ 1936 - 1945 ]

dari ke-lima pemain tersebut tentu tidak diragukan lagi kapasitas dan kontribusinya bagi Milan, namun dimasa sekarang ada nama Jérémy Ménez sebagai penerus tradisi penjebol gawang lawan bagi Ac Milan, Menez sudah mencetak 16 Gol dari 22 penampilannya di Seri-A bersama Milan. 

layakkah bila Jérémy Ménez disebut penerus tradisi penggedor jala lawan Milan? semuanya kami kembalikan kepada anda selaku milanisti. 

salam ACMILIS. {kontributor : Rufqi B.}

Minggu, 08 Februari 2015

Satu Dari Sedikit Pemain Milan Yang Bermain Dengan Hati


Luca Antonelli yang lahir di Monza, 11 Februari 1987. mengawali karir di Monza dan sebelum akhirnya pindah ke Milan Primavera dan masuk sekuad senior Milan. ketika di Milan Antonelli sempat di pinjamkan ke Bari, Parma hingga akhirnya pindah ke Genoa. di Genoa Antonelli diberi tanggungjawab sebagai kapten tim dan bermain cukup impresif hingga membawa Genoa masuk ke posisi 3 besar di klasmen sementara Serie-A pada paruh musim pertama. 

Berkat kecermelangannya ketika bermain di Genoa, Ac Milan kembali tertarik pada mantan pemain yang pernah dibesarkannya ini, hingga pada  transfer tengah musim ini Antonelli resmi pindah ke Ac Milan dari genoa dengan bertukar posisi dengan Armero. 

Pemain yang bermain dengan hati

Antonelli sebenarnya pernah bermain untuk Milan pada tahun 2006-2008, hanya bermain sekali di Milan dia sempat dipinjamkan ke Bari (2007-2008), Parma (2008) dan kemudian dibeli permanen oleh Parma hingga akhirnya pada tahun 2011 di beli oleh Genoa. Antonelli juga punya 2 caps bersama Timnas Italia. 

Antonelli selalu bermain dengan hati, sehingga ketika bermain di Parma dari 2008-2011 Genoa tertarik padanya yang sangat disiplin pada posisinya baik sebagai fullback maupun sesekali menjadi centerback. 

Awal tahun 2015 menjadi titik balik Antonelli kembali ke Milan, tim yang pernah membesarkannya bahkan didebutnya dia mencetak gol ke gawang Juventus, meskipun di akhir pertandingan Milan harus mengakui ketangguhan Juventus yang menang dengan skor 3-1. 

Antonelli merupakan sosok back yang dibutuhkan oleh Milan untuk saat ini, melihat track recordnya selama ini Milan tentu sudah paham betul dengan karakternya, Antonelli bukanlah Antonelli yang dulu Antonelli yang sekarang tentu lebih matang dari pada Antonelli yang dulu bermain untuk Milan bahkan di genoa pun dia sudah dipercaya memimpin rekan-rekannya dengan ban kapten dilengannya. tentu dia siap diberi tanggung jawab untuk mengawal sisi kanan atau pun kiri pertahanan Milan, tim yang selalu dicintainnya sampai saat ini. tentu kepindahannya ke Milan ini menjadi mimpi yang menjadi nyata satu dari sedikit pemain Milan yang bermain dengan hati. 

Banyak eks-pemain Milan yang bermain dengan hati, tetapi manajemen tim kesulitan untuk membawa pulang sebut saja seperti Aubeumeyang eks striker Milan yang kini tampil cantik bersama Dormunt, Antonio Nocerino yang bermain untuk Parma juga mantan pemain Milan yang sangat mencintai Milan bahkan ketika membobol gawang Milan pun dia tidak merayakannya dan sebelum pertandingan dia mengaku tak tega membobol gawang Milan. 

Oleh : Eddya (ACMILIS)

Minggu, 01 Februari 2015

Milan Vs Parma Dan Gol Para Mantan

Mencatak Gol Tanpa Selebrasi yang dilakukan oleh Zaccardo dan Nocerino

Ada kejadian unik dipertandingan antara Milan Vs Parma, dimana mantan pemain kedua tim sama-sama mencetak Gol, Nocerino mencetak gol kegawang dulu ke gawang Milan yang menyeimbangkan kedudukan bagi Parma dibabak pertama, sementara Zaccardo mencetak gol untuk menambah keunggulan Milan menjadi 3-1. 

FULL-TIME: AC Milan akhirnya berhasil membungkus kemenangan setelah dalam beberapa pertandingan terakhir gagal tampil maksimal. Rossoneri memetik tripoin usai menekuk Parma dengan skor final, 3-1. Jeremy Menez tampil sebagai pahlawan tim tuan rumah berkat doppietta yang dicetaknya. (www.goal.com)

Statistik Pertandingan


Milan menggempur pertahanan Parma dibabak kedua, maklum selama bulan januari kemarin Milan puasa kemenangan terhitung kemenangan hanya melawan Sassuolo itupun di coppa Italia. pada pertandingan ini sendiri gol milan dicetak oleh Jeremy Menez (2 gol), Zaccardo dan di parma sendiri dicetak oleh Nocerino. 

Menez Cetak Gol kedua Milan

Ekspersi Galiani Usai Gol kedua Menez dipertandingan melawan Parma

Dalam pertandingan yang cukup emosional mengingat selama januari Milan tampil kurang greget dan menelan banyak kekalahan tercata milan hanya sekali menang selama bulan januari kemarin. pertandingan melawan parma ini diharapkan menjadi awal memutus tren negatif yang dihadapi milan yang hanya bermain di Seri-A ini setelah di Coppa mereka dikandaskan oleh Lazio di Sansiro. 

saat berita ini diturunkan, kedudukan sementara masih 3-1 untuk keunggulan milan, 2 gol milan sendiri dicetak oleh menez dan 1 gol lagi oleh Zacardo eks pemain Parma dan gol Parma dicetak oleh eks pemainnya Antonio Nocerino. harapannya pertandingan ini dimenangkan oleh milan sebagai motivasi untuk melanjutkan kemenangan yang selama ini sering tidak konsisten. 

Gol kedua Menez sendiri bisa menempatkan menjadi top skorer bersama Carlos Teves dengan sama-sama mencetak 13 Gol.

Corespondent : Eddya ACMILIS

Nocerino Tak Tega Bobol Gawang Milan

Nocerino merayakan Gol ke gawang milan tanpa selebrasi

Meskipun sebelum pertandingan Antonio Nocerino yang juga eks-pemain Milan mengatakan tak tega membobol gawang Milan, karena sangking cintanya Nocerino terhadap Milan membuat pemain ini sangat menginginkan kemenangan buat Milan. Namun sikap profesionalnya membuat dia mampu membobol milan meskipun dengan berat hati dengan tanpa selebrasi setelah mencetak gol ke gawang mantan club yang sangat dia cintai.

Nocerino sendiri sempat membawan Milan Secudetto Seri-A Italia dimusim 2011/2012, ketika Milan masih diperkuat oleh Ronaldinho, Ibrahimovic (PSG), Thiago Silva (PSG), Robinho, Pato dan Inzaghi sendiri (sekarang Pelatih Milan).

Nocerino sempat dipinjamkan ke Westham, sebelum akhirnya kembali ke Serie-A bersama Torino status pinjaman dan sekarang bersama Parma dengan status pinjaman dari Milan.

Nocerino ketika dipinjamkan Milan ke Westham
Nocerino ketika dipinjamkan Milan ke Torino


Respect untuk Nocerino, Forza Milan. kedudukan sementara di babak pertama adalah 1-1 dimana gol milan dicetak oleh Menez lewat titik penalti dan Gol Parma dicetak oleh Nocerino sendiri.
berikut adalah foto Nocerino ketika masih berbaju Milan ACMILISers....









Red:Eddya (ACMILIS)

Sabtu, 31 Januari 2015

Funtastic 4, Rekrutan Milan Transfer Januari



Tren minor milan selama awal tahun 2015 musim ini memaksa manajemen melakukan perekrutan pemain baru selain untuk memperkuat tim juga untuk mengatasi dan melapisi badai cedera yang sering menerpa Milan. tercatat beberapa pemain tidak bisa memperkuat tim seperti Hukuman Kartu: Maxes Cedera: Montolivo, El Shaarawy, De Jong, Bonaventura Di Istirahatkan: Bonera, De Sciglio, Zapata. 

Kedatangan ke-4 pemain tersebut memungkinkan pelatih Ac Milan, Filippo Inzaghi untuk merubah formasi menjadi 4-2-3-1 dalam starting line up melawan Parma senin 02 februari 2015 waktu Indonesia. dalam formasi tersebut kemungkinan Destro berperan sebagai striker tunggal yang akan di sokong oleh trio Menez-Honda-Cerci sebagai servicer assist kepada Destro sebagai striker murni untuk memudahkan menjebol gawang lawan. service dari trio Prancis-Jepang-Italia tersebut akan memanjakan tugas Destro tentunya. 


Sementara itu Inzaghi sebagai pelatih tim memanggil 22 pemain untuk bermain melawan Parma dalam lanjutan liga italia, setelah tersingkir dari ajang Coppa Italia praktis Milan hanya bermain di Liga Seria-A jelas ini bukan Milan yang sesungguhnya karena habitat milan adalah di Liga Champions. 

GOALKEEPERS: Abbiati, Gori (66), Diego LopezDEFENDERS: Albertazzi, Alex, Bocchetti (19), Calabria (96), De Santis (97), Rami, ZaccardoMIDFIELDERS: Essien, Muntari, Poli, Suso, Van Ginkel, Felicioli (37), Di Molfetta (38)FORWARDS: Cerci, Destro (9), Honda, Menez, Pazzini

Belum terlihat kemungkinan transfer milan pasca perekrutan funtastic 4 tersebut. sampai tulisan ini diterbitan beberapa rumor transfer milan seperti pemain Totenham Hotspur Paulinho, Antonelli (Genoa) rencana barter dengan Armero sudah ada pernyataan resmi dr club antonelli sendiri merupakan alumni akademi sepakbola milan dan eks-pemain primavera, milan kemudian ada bek andalan Palermo Nunoz, Arthut Masuaku (21) Bek Kiri Olimpiakos, Axel Witsel dari Zenit st Petersburg, dan club prancis Marseille menawarkan bek mudanya Doria (20) untuk bermain di Milan.  

Selamat Datang Antonelli
Welcome Destro

Rabu, 24 Desember 2014

Sejarah Panjang Transfer Pemain Milan Kontra Inter

"Untuk saat ini tidak ada, tapi ini tidak berarti bahwa akan ada sesuatu di masa depan." Mempertanyakan kepentingan untuk Alessio Cerci, Adriano Galliani mengulangi kata-kata yang sama diucapkan oleh presiden Atletico Madrid, Enrique Cerezo, mengomentari rumor pasar tentang kemungkinan kembalinya Fernando Torres. Untuk sayap mantan granat sedang derby, karena pemain juga benar-benar seperti Inter, seperti diakui oleh pelatih Roberto Mancini:.? "Cerci kuat dan penting, saya pikir ingin kembali ke Italia Kemungkinan untuk menghubungkan Kami balik untuk beberapa waktu: kita katakan tinggi, tapi kita katakan rencana ".

IBRA, SEJARAH YANG - Tantangan di pasar antara Galliani dan Mancini (yang memiliki argumen dengan manajer Rossoneri sudah pemain) dimulai pada tahun 2004, ketika pelatih dengan senang hati akan membawa Inter bek Belanda Japp Stam, yang bukannya pergi dari Lazio di Milan. Dua tahun kemudian, Nerazzurri mengambil balas dendam besar dengan mengalahkan saat Rossoneri untuk membeli striker Swedia Zlatan Ibrahimovic dari Juventus, terdegradasi ke Serie B untuk skandal Calciopoli pada tahun 2006.

DARI Suazo Bonaventure - Pada transfer musim panas tahun 2007 pecah kasus Suazo: 19 Juni, melalui keterangan resmi, Milan mengumumkan kesepakatan untuk striker Honduras dari Cagliari, yang, bagaimanapun, tidak menandatangani kontrak dan memilih untuk menepati janji sudah diberikan kepada Inter, yang membelinya June 26-13000000 Eropa. Pada bulan Januari 2011, Mancio dibawa ke striker Manchester City Edin Dzeko Bosnia, lama dikejar oleh Galliani, yang setahun kemudian melihat memudar pada puncaknya kemungkinan kedatangan Argentina Carlos Tevez 'menyalahkan' kegagalan untuk menjual Pato ke PSG. AC Milan memenangkan Thiago Silva, El Shaarawy dan Bonaventura, kehilangan D'Ambrosio, Inter-kembali hari ini memanggil mantan rekan satu timnya pada saat Torino: ". Cerci, meninggalkan Madrid jika Anda melihat Inter" Cerci tapi akhirnya memilih Milan. Untuk menutup lingkaran.

Senin, 15 Desember 2014

Sejarah Hari Ini (16 Desember): 115 Tahun AC Milan Berdiri


Tepat hari ini, 115 tahun silam, salah satu klub tersukses di dunia yang telah meraih 18 trofi resmi UEFA dan FIFA berdiri.

Rabu, 08 Oktober 2014

Maldini Hanya Berharap AC Milan Di Posisi 3 Besar


Musim ini memang AC Milan seakan bangkit dari tidurnya, dimana selama beberapa musim sempat menuai hasil buruk namun kini seakan bersama dengan pelatih baru membuat Rossoneri seakan menjelma menjadi kekuatan baru di pentas Seri A yang bisa menjadi kuda hitam di musim ini. Meski memang penampilan positif mampu ditunjukkan, namun memang tak muluk – muluk apa yang menjadi target bagi Milan. Legenda sepakbola Milan yakni Paolo Maldini menilai jika mampu finis di posisi 3 di hasil akhir nanti sudah menjadi hal yang sangat luar biasa bagi Milan nantinya.
Milan sendiri memang sudah menunjukkan hasil cemerlang di dua laga pembuka dimana kemenangan mampu didapati atas Lazio dan juga Parma. Hanya saja di pekan ketiga kekalahan didapati kala menjamu Juventus. Pasca hasil tersebut Milan seakan memang bermain buruk dimana mengjadapi Empoli dan juga Cessena hanya bisa mendapati hasil imbang tim ini. Namun di akhir pekan ini hasil gemilang kembali dibukukan Rossoneri setelah dengan ganas Sulley Muntari Cs mampu memetik kemenangan kembali saat menjamu Chievo dengan skor 2 – 0. Hasil kemenangan yang tak hanya membuat posisi kembali merangsek ke atas namun juga membuat mentalitas skuad asuhan Filippo Inzaghi ini semakin tinggi melakoni laga kedepannya.
Melihat pa yang sudah dilakukan skuad Ac Milan dalam pentas Seri A dengan menuai hasil positif memang membuat presiden klub Silvio Berlusconi mempunyai keyakinan sangat tinggi jika musim ini prestasi Milan akan bisa bangkit. Bahkan hal ini diutarakan sendiri Silvio Berlusconi dengan target besar di depan yang ingin didapati bersama Milan nantinya. Namun apa yang diungkapkan Presiden klub ini sendiri memangh berbeda dengan pandangan Paolo Maldini. Mantan bek Milan ini lebih untuk tak memberikan apresiasi terlalu tinggi dulu dengan klub. Target seperti mampu finis di posisi 3 sudah menjadi hal yang sangat bagus bagi skuad didikan Filippo Inzaghi ini. Hal tersebut diutarakan Maldini kepada media beberapa waktu lalu.
“Banyak hal sudah berubah. Milan ini merupakan grup baru dengan pelatih baru. Kenyataannya adalah kita belum tahu apa target mereka sebenarnya -jelas itu bukan scudetto, tapi saya berpikir bahwa mereka bisa masuk dalam persaingan untuk meraih tiket ke Liga Champions musim depan,” tutur Maldini.

Sumber

Selasa, 09 September 2014

El Shaarawy: Inzaghi Berperilaku seperti Pemain


Penyerang AC Milan Stephan El Shaarawy (21)  menyatakan ia dan timnya siap menerima tantangan membawa tim ke level terbaik. 

El Shaarawy merupakan salah satu talenta terbaik Milan. Ia menunjukkan itu dengan mencetak 16 gol dan empat assist dalam 37 penampilan pada Serie-A 2012-2013. 

Pada musim berikutnya, El Shaarawy mengalami sejumlah cedera, antara lain metatarsal dan lutut, yang membuatnya kehilangan jam terbang dan mengalami penurunan performa. Pada Serie-A 2013-2014, Little Pharaoh kecil bermain enam kali, dengan lima di antaranya sebagai penggant, tanpa gol maupun assist.

Kini, ia berpeluang menunjukkan kualitasnya lagi. Selain karena ia sudah pulih dari cedera, juga karena Milan sudah melepas Balotelli ke Liverpool pada 25 Agustus 2014.

"Aku tahu, ada banyak harapan di sekelilingku. Namun, aku siap dan begitu juga tim ini. Bahkan, Inzaghi juga sudah siap. Tak mudah melatih klub besar seperti Milan pada usianya (41 tahun) dan setelah hanya dua tahun menangani tim muda. Namun, ia memiliki gairah luar biasa untuk menang dan begitu juga dengan kami," ujar El Shaarawy.

"Inzaghi meminta kami menunjukkan semangat pengorbanan dan perhatian pada hal-hal kecil, terutama di luar lapangan. Aku dulu sekamar dengannya, jadi aku memanggilnya Pipppo. Ia masih berperilaku seolah-olah ia adalah rekan bermain kami."

"Kami ingin melupakan posisi kedelapan (posisi final Milan pada Serie-A 2013-2014). Kami memasang target masuk zona Liga Champions, tanpa alasan," tuturnya.

Galeri Kaka Selama di Milan


























ViralGen Referral Shopping

Survey Berhadiah




Sponsor

ACMILIS by - Eddyaisme - 2015 - LowKerAkurat