Tampilkan postingan dengan label Champion League. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Champion League. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 April 2015

10 Pemain Terbaik AC Milan Sepanjang Masa



Ketika saya masih mengenakan baju putih dan celana pendek berwarna merah, kurang lebih sembilan tahun lalu, hanya ada beberapa klub yang saya tahu. Selain klub kesayangan saya, AC Milan merupakan tim lain yang saya kenal. Alasannya adalah karena tim saya dihentikan langkahnya di UEFA Champions League oleh tim merah-hitam ini. Semenjak itu, saya mendukung semua lawan Milan. Sampai-sampai sayapun akhirnya mendukung Liverpool pada partai final. Maklum, namanya juga anak kecil.
However, semenjak itu pula saya mengetahui bahwa AC Milan diisi oleh berbagai pemain hebat. Mulai dari kuartet bek Paolo Maldini, Alessandro Nesta, Jaap Stam, dan Cafu, lalu berlanjut ke Gennaro Gatusso, Andrea Pirlo, Clarence Seedorf, dan Kaka sebagai penghuni posisi berlian. Di lini depan mereka memiliki Hernan Crespo dan Andriy Shevchenko plus Jon Dahl Tommason yang ketika itu dianggap sebagai bomber pemain pengganti.
Memang pemain I Rossoneri bukan hanya mereka saja. Semenjak berdiri di tahun 1899, entah sudah berapa pemain yang pernah berseragam merah-hitam khas mereka. Ini berarti tentu ada begitu banyak pemain hebat lain dari eranya masing-masing. Namun tentu saja seperti biasa, saya hanya boleh memilih 10 nama.
1. Gunnar Nordahl
"Well he can double that number, and then add another 26, then, and just then, he has passed Il Canoniere,” adalah sebuah kalimat yang dilontarkan seorang Milanisti ketika Andriy Shevchenko mencetak gol ke-100 nya di Serie A. Lalu siapa pemain yang mendapatkan julukan Il Canoniere tersebut?
Ya, pemai tersebut adalah Gunnar Nordhal, pencetak gol terbanyak sepanjang masa bagi Il Diavolo dengan 226 gol dari 257 pertandingan. Kalau anda pernah membaca artikel saya yang berjudul “10 Pemain Terbaik Serie A Sepanjang Masa”, maka anda akan temukan namanya tertera disana. Bagaimana tidak? Ia adalah satu-satunya pemain asing yang mampu mencetak lebih dari 200 gol di divisi teratas sepakbola Italia tersebut.
Saya memang tidak akan mengada-ada dengan mengatakan pergerakannya cepat, sentuhannya lembut, gerakannya cepat, dan bla bla bla. Saya bahkan sulit untuk mendeskripsikan kemampuannya jika menyaksikan dari youtube. Namun yang jelas akan cukup aneh jika peraih lima capocannoniere dalam tempo enam musim ini tidak masuk ke dalam daftar ini
2. Gianni Rivera
Bersama dengan Giovanni Trapattoni, Gianni Rivera adalah tonggak awal kejayaan AC Milan di Eropa. Atau mungkin lebih tepatnya, ia adalah awal dimana I Rossoneri dikenal sebagai salah satu kekuatan besar di benua biru. Terlebih lagi ia menghabiskan 19 tahun berseragam merah-hitam. Sebuah masa bakti yang luar biasa ketika masa itu.
Pengabdiannya tersebut tentu berbuah manis. Ia adalah penghuni peringkat keempat dalam daftar pemain dengan caps terbanyak AC Milan. Bisa mendapatkan kesempatan bermain sebanyak itu pasti berarti ia memiliki skill yang tidak biasa. Bahkan ketika masa jayanya, ia dijuluki sebagai The Golden Boy.
Bersama AC Milan, ia menyumbang tiga gelar Serie A, lima gelar Coppa Italia, dan dua gelar UEFA Champions League. Pemain yang mendapatkan Ballon d’Or pada tahun 1969 ini juga merupakan bagian dari tim nasional Italia ketika pertama kali menjuarai EURO.
3. Franco Baresi
Melihat Franco Baresi bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno dua tahun silam bersama AC Milan Glorie, rasanya ada yang “aneh” dari permainannya. Meski ketika itu ia sudah berumur 51 tahun, namun tetap saja para pemain depan kita seperti Ricky Yakobi dan Rochy Putiray terlihat sangat kesuliatn untuk melewati penjagaannya. Saya pun berpikir apa jadinya jika ketika itu Baresi masih dalam masa jayanya.
Enam gelar Serie A, empat gelar Coppa Italia, tiga gelar UEFA Champions League, dan dua gelar Serie B membuktikan betapa besar perannya dalam membangun kejayaan AC Milan baik dalam keadaan susah ataupun senang. Kesetiannya tersebut terbayar dengan 719 kali kesempatan bermain. Dalam jangka 20 tahun bermain bagi I Rossoneri, ia menghabiskan 15 tahun mengenakan ban kapten.
Kemampuan, karisma, jiwa kepemimpinan, dan pengaruhnya di AC Milan mungkin dapat tergambarkan apabila anda mengetahui bahwa tim sekota Internazionale Milan ini “mempensiunkan” baju bernomor punggung enam, yang dimana adalah nomor punggung Baresi.
4. Marco Van Basten
Saya belum lahir ketika AC Milan dibawah arahan Arrigo Sacchi menguasai Eropa dengan pasukan trio Belanda. Tetapi dengan banyak membaca, saya tahun bahwa Marco Van Basten adalah salah satu kunci kekuatan Milan ketika itu. Bukan hanya itu saja, banyak penjelasan-penjelasan yang menegaskan bahwa Van Basten adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada di dunia.
Berhubung saya tidak pernah menyaksikannya bermain, maka saya lebih sering mendengar tentang karirnya yang singkat akibat cedera. Namun demikian, saya juga tahu bahwa pemain yang mencetak 124 gol bagi AC Milan ini telah memberikan tiga gelar Serie A dan dua gelar UEFA Champions League.
Yang lebih menghebatkankan lagi, dalam tujuh tahun karirnya berseragam AC Milan, ia meraih begitu banyak gelar pribadi. Mulai dari dua kali Capocannoniere, satu kali FIFA World Player of the Year, hingga tiga kali Ballon d’Or.
5. Ruud Gullit
Sebagai bagian dari trio Belanda yang dibangun oleh Arrigo Sacchi dengan kekuatang uang Silvio Berlusconi, rasanya sangat sulit bagi saya untuk tidak memasukkan Ruud Gullit kedalam daftar ini. Datang bersama dengan Marco Van Basten di tahun 1987, ia langsung menjadi pemain inti yang tak dapat tergantikan.
Jauh sebelum rambut berantakan Carles Puyol dijadikan bahan bercandaan, rambut Gullit sudah terlebih dahulu menjadi “tren” anak muda. Sejalan dengan itu, kemampuannya di lapangan berbicara jauh lebih banyak. Ia adalah pemain serba bisa dan memiliki insting mencetak gol yang cukup tinggi. Ini terlihat dari total 56 gol yang ia cetak selama 171 kali membela AC Milan.
Sama hal nya dengan Van Basten, ia juga menyumbangkan tiga gelar Serie A dan dua gelar UEFA Champions League. Jangan lupa juga kalau sebelum rekan senegaranya tersebut meraih Ballon d’Or dua kali berturut-turut, Gullit lah yang meraih penghargaan tersebut.
6. Andriy Shevchenko
Tidak sulit untuk memutuskan apakah Andriy Shevchenko akan masuk ke dalam daftar ini atau tidak. Bahkan sebenarnya, saya sama sekali tidak mempertimbangkan hal tersebut. Bagaimana tidak? Ia adalah pencetak gol terbanyak kedua dengan 175 gol sepanjang sejarah AC Milan berdiri.
Datang pada tahun 1999 dengan mahar sebesar 25 juta EURO, ia langsung menjadi idola public San Siro dengan gol demi gol yang ia ciptakan. Dari semua gol tersebut, jelas gol nya ke gawang Juventus pada final UEFA Champions League di tahun 2003 adalah yang paling istimewa.
Satu-satunya kesalahan dalam karirnya adalah menerima pinangan Roman Abramovich untuk pindah ke Chelsea. Seandainya ia tidak pindah, barangkali ia akan memenangkan lebih banyak gelar dan sangat mungkin memecahkan rekor gol Gunnar Nordahl. Meski demikian, tetap saja namanya akan selalu identik sebagai pencetak gol tajam dari AC Milan.
7. Kaka
Sangat sulit bagi saya yang tim nya menjadi korban bully-an Ricardo Kaka di babak semifinal UEFA Champions League 2007 untuk tidak memasukkan namanya ke dalam daftar ini. Apalagi, saya juga tahu bahwa keputusannnya hijrah ke Real Madrid lebih didasari sebagai kecintaannya bagi AC Milan. Ia pergi agar I Rossoneri terhindar dari kebangkrutan.
Pemain yang didatangkan dari Sao Paolo dengan harga “hanya” 8.5 juta EURO ini memang dari awal sudah memperlihatkan prospek yang cerah. Perlahan tapi pasti, ia menggeser posisi Rui Costa sebagai attacking midfielder AC Milan.
Berbagai penghargaan pribadi pun pernah didapatkan oleh pemain yang dapat dikatakan “sendirian” membawa AC Milan menjuarai UCL tahun 2007 ini. Tiga kali Serie A Foreign Footballer of the Year, tiga kali Serie A Footballer of the Year, dan satu Ballon d’Or menjadi bukti sahih betapa hebatnya Kaka ketika masih membela panji-panji I Diavolo.
8. Alessandro Costacurta
Bagi mereka yang bukan penggemar AC Milan atau Serie A, nama Alessandro Costacurta memang tidak akan pernah sementereng Paolo Maldini, Franco Baresi, atau Mauro Tassotti. Namun demikian, tidak berarti pemain ini adalah pemain yang biasa-biasanya saja. Karena seandainya dirinya adalah pemain biasa, maka hampir tidak mungkin jumlah caps nya bersama I Rossoneri hanya kalah dari Franco Baresi dan Paolo Maldini.
Hanya mencetak tiga gol sepanjang karirnya bersama AC Milan tidak membuat dirinya lantas dibenci oleh public San Siro. Justru dirinya dicintai oleh karena permainan lugasnya menjaga pertahanan Il Diavolo. Menjadi bagian dalam sejarah emas Milan, ia turut menyumbang tujuh Serie A dan lima UEFA Champions League.
9. Zvonimir Boban
Cukup sulit bagi saya untuk memilih antar Zvonimir Boban, Andrea Pirlo, Alessandro Nesta, atau George Weah. Namun pada akhirnya, saya lebih memilih Boban untuk mengisi daftar ini. Mengapa demikian? Karena baik Pirlo, Nesta, ataupun Weah tidak memiliki kumis dan jenggot sekeren Boban. Titik.
Well anyway, Boban bisa dibilang merupakan salah satu attacking midfielder terbaik dunia ketika masa jayanya. Ia mengontrol lini penyerangan AC Milan dengan begitu luar biasa. Kecepatan maupun visinya dalam memberikan operan patut mendapatkan apresiasi. Bersama I Rossoneri, ia berhasil menjuarai empat kali Serie A dan satu UEFA Champions League.
Hanya ada dua hal yang mengecewakan dalam karir Boban di Milan. Pertama, ia harus pergi setelah tergeser oleh Rui Costa sehingga akhirnya sedikit terlupakan oleh Milanisti sampai sekarang. Kedua, ia belum sempat menolong Milanisti yang sedang terlibat perkelahian dengan polisi di Milan.
10. Paolo Maldini
Saya masih belum mau kehilangan posisi sebagai penulis di Bolatotal dengan tidak memasukkan nama Paolo Maldini ke daftar ini. Lagipula mungkin saya sudah gila jika tidak memasukkan sang kapten yang saat ini memegang rekor jumlah penampilan terbanyak bagi AC Milan. Ya semoga saja nanti anaknya bisa meneruskan nomor punggung tiga yang masih memasuki masa “istirahat”.

[sumber ; bolatotal | kontributor : Evans Edgar Simon, Jumat, 12/07/2013 10:14]

Rabu, 15 April 2015

Liga Champion : Bayern Munich Runtuh DiKandang Porto

Gambar : Corriere Dello Sport

Liga Champions, Porto 3-1 Bayern: Jerman runtuh, super QuaresmaNell ' quarterfinal, leg pertama stadio Do Dragao, mengejutkan Portugis menghancurkan kapal Jerman dengan Quaresma ganda dan tujuan dari Jackson Martinez: kembali Selasa berikutnya di Jerman

FOTO surga-Bayern Munich 3-1: Roma, Apakah Anda melihat Jackson Martinez?
© REUTERSOPORTO (Portugal) - berdasarkan prediksi setelah menggambar, Porto - Bayern Munich ini adalah satu-satunya tantangan tanpa sejarah atau hampir ini Perempat-Final Liga Champions. Sebaliknya stadio Do Dragao Portugis menghancurkan kapal Jerman, salah satu favorit untuk kemenangan akhir, menjatuhkan noughts dan melintasi dalam petang ajaib. 3-1 ada tanda tangan ganda Valdes, "perbedaan" pasar Inter dan Jackson Martinez, banyak mimpi tim Serie a. terus hidup dengan harapan jaringan Bavaria Thiago Alcantara. Perbandingan antara dua orang teman teknisi, Pep Guardiola dan Lopetegui Post, menang yang paling terkenal dan titrated.

Liga CHAMPIONS, PORTO-BAYERN MUNICH 3-1: Berita, Laporan Pertandingan dan Statistik

BAYERN-darurat absensi benar-benar mengubah wajah Bayern: hilang, hanya untuk menyebutkan yang paling penting nama, pemain seperti Robben, Ribery, Schweinsteiger, Alaba dan Benatia. Saya lebih suka tidak untuk mengeluh karena merah muda yang tak terbatas membuat kurang rumit seni mendapatkan. Jadi dalam 4-3-3 dikerahkan untuk Do Dragao, Milan dapat masih mengandalkan pada Trident Goetze-Lewandowski-Mueller. Alih-alih situasi yang kurang kritis terhadap infirmary pelabuhan. Pelatih Lopetegui harus menyerah Tello dan Adrian Lopez, tetapi pulih Jackson Martinez di tengah serangan itu setelah lebih dari satu bulan. Danilo, Oliver Torres dan Brahimi, bintang lain di Portugis, berada di lapangan.

MULAI awal CHOC-the Bayern mengerikan, melawan segala rintangan: dalam sepuluh menit pertama pelabuhan menandai bahkan dua tujuan. Dalam kedua kasus, menimbang kesalahan Xabi Alonso sebelum Dante dan kemudian. Setelah dua menit, do gelandang Spanyol Anda meniup bola oleh Martinez, yang melemparkan seperti kemarahan untuk Neuer Kiper: keluar, putus asa, lawan, hukuman adalah kurang dan ada juga merah, tetapi wasit Machy Velasco ekstrak hanya kuning, antara Portugis protes. Pada disket pergi Valdes, Porto, simbol orang yang membuat kesalahan tidak. Bayern meluncur masih dalam ' 10. Dante, dari manusia terakhir, Miss kontrol mudah, mencoba untuk memperbaikinya dengan menekan bola ke rekan yang ada, tetapi mantan Inter penyadapan dan dapat terjadi sebelum Neuer: dengan tembakan tepat penyerang adalah 2-0.

Dekat BAYERN-reaksi ditembak sakit, tapi Bayern tidak pergi ke tikar, tapi bereaksi. Manchester United di samping menguasai permainan, geser bola lebih cepat dan 28' mengambil keuntungan dari gangguan nyata pertama lawan. Adalah suatu salib yang rendah dari Rafinha, meninggalkan hanya oleh Alex Sandro diarahkan Maxi, untuk mengaktifkan Thiago Alcantara untuk mencetak gol pertamanya di juara. Pembalap Spanyol muda, murid dari Manchester, Sabtu lalu adalah kembali pada bidang setelah 378 hari karena cedera lutut yang serius. Yang menyalakan gol akan membuka kembali pertandingan dan emosi: pada akhir semester pertama, Laporan Pertandingan hitungan tiga Amon di Bayern dan dua di Porto. Tim tuan rumah memiliki dua kesempatan sebelum dengan salib berbisa oleh Alex Sandro (salib menghemat dari Neuer bodoh) dan Lucas Leiva header.

KARYA surga-a tujuan tidak hanya untuk Jerman, yang kembali ke bidang dengan tujuan untuk menyamakan tantangan. Pelabuhan baik tetapi tidak untuk menyerah bahkan massa tanah dan tetap dalam menit di mana serangan memiliki kekuatan yang lebih besar. Pep mengambil Goetze, tidak pada yang terbaik, dan insierisce naik, terkuat secara fisik, tapi ini mampu mengubah kecepatan. Kesempatan terbaik adalah tuan rumah. 57' Neuer menyimpan dengan intervensi yang luar biasa di Herrera. Tujuannya adalah di udara dan delapan menit setelah tanda Jackson Martinez pertunjukan fantastis menandai jenis Haven: kesalahan defensif yang lain, kali ini Boateng, dan penyerang dapat menggiring bola keluar kiper dan tendangan kiri dalam jaring kosong. Stadio mengigau Do Dragao. Pada akhirnya, Portugis mengelola cukup dan tidak mengambil risiko apa pun. Selasa depan, Allianz Arena, Bayern akan perlu sebuah perusahaan untuk lulus putaran.

Sabtu, 31 Januari 2015

Funtastic 4, Rekrutan Milan Transfer Januari



Tren minor milan selama awal tahun 2015 musim ini memaksa manajemen melakukan perekrutan pemain baru selain untuk memperkuat tim juga untuk mengatasi dan melapisi badai cedera yang sering menerpa Milan. tercatat beberapa pemain tidak bisa memperkuat tim seperti Hukuman Kartu: Maxes Cedera: Montolivo, El Shaarawy, De Jong, Bonaventura Di Istirahatkan: Bonera, De Sciglio, Zapata. 

Kedatangan ke-4 pemain tersebut memungkinkan pelatih Ac Milan, Filippo Inzaghi untuk merubah formasi menjadi 4-2-3-1 dalam starting line up melawan Parma senin 02 februari 2015 waktu Indonesia. dalam formasi tersebut kemungkinan Destro berperan sebagai striker tunggal yang akan di sokong oleh trio Menez-Honda-Cerci sebagai servicer assist kepada Destro sebagai striker murni untuk memudahkan menjebol gawang lawan. service dari trio Prancis-Jepang-Italia tersebut akan memanjakan tugas Destro tentunya. 


Sementara itu Inzaghi sebagai pelatih tim memanggil 22 pemain untuk bermain melawan Parma dalam lanjutan liga italia, setelah tersingkir dari ajang Coppa Italia praktis Milan hanya bermain di Liga Seria-A jelas ini bukan Milan yang sesungguhnya karena habitat milan adalah di Liga Champions. 

GOALKEEPERS: Abbiati, Gori (66), Diego LopezDEFENDERS: Albertazzi, Alex, Bocchetti (19), Calabria (96), De Santis (97), Rami, ZaccardoMIDFIELDERS: Essien, Muntari, Poli, Suso, Van Ginkel, Felicioli (37), Di Molfetta (38)FORWARDS: Cerci, Destro (9), Honda, Menez, Pazzini

Belum terlihat kemungkinan transfer milan pasca perekrutan funtastic 4 tersebut. sampai tulisan ini diterbitan beberapa rumor transfer milan seperti pemain Totenham Hotspur Paulinho, Antonelli (Genoa) rencana barter dengan Armero sudah ada pernyataan resmi dr club antonelli sendiri merupakan alumni akademi sepakbola milan dan eks-pemain primavera, milan kemudian ada bek andalan Palermo Nunoz, Arthut Masuaku (21) Bek Kiri Olimpiakos, Axel Witsel dari Zenit st Petersburg, dan club prancis Marseille menawarkan bek mudanya Doria (20) untuk bermain di Milan.  

Selamat Datang Antonelli
Welcome Destro

Senin, 15 Desember 2014

Sejarah Hari Ini (16 Desember): 115 Tahun AC Milan Berdiri


Tepat hari ini, 115 tahun silam, salah satu klub tersukses di dunia yang telah meraih 18 trofi resmi UEFA dan FIFA berdiri.

Selasa, 09 September 2014

Galeri Kaka Selama di Milan
























Tentang Inzaghi


Inzaghi: "Menurutku target kami adalah jangka pendek fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya."
Inzaghi: "Kami memulai dengan baik, namun kami belum mencapai apapun."
Inzaghi: "Kami baru memenangkan satu pertandingan, kami harus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya."
Inzaghi: "Tentu saja sangat aneh memulai musim bersama Milan tanpa Liga Champions. Semoga kami dapat kembali secepatnya."
Inzaghi: "yang aku tekankan di Milan? Pertama aku ingin menciptakan suasana dengan DNA Milan yang kuat dimana musim lalu sedikit menghilang."
Inzaghi: "Aku merasa senang setelah melewati 2 bulan dengan penuh kerja keras kami dapat mencapai hal itu."
Inzaghi: "Ini adalah tim yang musim lalu finis di peringkat 8, sebuah tim yang harus kembali menemukan kepercayaan dirinya."
Inzaghi: "Hal yang terpenting adalah membenahi perilaku yang tidak profesional dan membiasakan diri bekerja keras. Kami menekankan ini dari awal."
Inzaghi: "Aku beruntung sempat menangani tim Primavera sehingga aku memiliki dasar untuk menangani tim utama."
Inzaghi: "Aku beruntung dapat bertemu Sir Alex, namun seseorang yg sangat menginspirasiku adalah Carlo Ancelotti."
Inzaghi: "Ancelotti adalah contoh yang baik, seseorang yang sangat mengagumkan. Ia mantan pelatihku & banyak memenangkan Liga Champions."
Inzaghi: "Sangat penting artinya bagiku juga dapat bertemu dengan Sir Alex & Mourinho, semoga aku dapat mengikuti jejak mereka."

Senin, 25 Agustus 2014

Ac Milan Juara Trofeo TIM 2014


AC Milan akhirnya meraih trofi pertamanya musim ini bersama pelatih barunya, Filippo Inzaghi. Adalah Jeremy Menez dan Stephan El Shaarawy yang menjadi pahalawan Rossoneri saat mengalahkan Sassuolo 2-0.

Sebelumnya Milan berhasil menang 1-0 atas Juventus di pertandingan pembuka. Dengan ini mereka berhasil menjadi juara dengan meraih dua kemenangan.

Wasit yang memimpin laga Milan vs Sassuolo pun menghadiahkan penalti saat solo run Jeremy Menez harus dihentikan oleh pelanggara di kotak terlarang. Menez dengan tenang mengeksekusi penalti untuk membawa Milan unggul 1-0 atas Sassuolo.

Sassuolo hampir mencetak gol penyeimbang setelah tendangan bebas Domenico Berardi berhasil dihalau oleh Abbiati. Berardi pun kembali menjadi momok melalui skema serangan balik, namun duet Cristian Zapata dan Pablo Armero berhasil menggagalkan serangan Sassuolo.

Stephan El Sharawy pun menggandakan keunggulan Rossonerri setelah aksi solonya yang menyambut umpan terobosan dari Keisuke Honda gagal dihadapang oleh Polito. Milan pun semakin menjauh 2-0 atas Sasuolo.

Jeremy Menez hampir menambah catatan golnya, namun sayang tendangannya masih melenceng dari gawang Sassuolo. Sementara itu, pemain muda Milan, Hachim Mastour pun turut ambil bagian di laga itu meski hanya masuk menjelang akhir pertandingan. Ia berhasil menciptakan peluang untuk Pazzini dan Saponara meski gagal berbuah gol.

Hingga akhir pertandingan tidak ada lagi tambahan gol tercipta, Milan kembali meraih Trofeo Tim Cup mereka setelah enam tahun gagal menang di ajang ini.

Gol Honda Lawan Juventus



Gol Menez & El-Shaarawy Lawan Sassuolo




ViralGen Referral Shopping

Survey Berhadiah




Sponsor

ACMILIS by - Eddyaisme - 2015 - LowKerAkurat